Dekorasi Pernikahan Adat Bugis Makassar
Dekorasi Pernikahan Adat Bugis Makasar
Sulawesi Selatan adalah salah satu dari sekian banyak propinsi di Indonesia yang kaya dengan tradisi, seperti prosesi pernikahan. Ada beberapa suku yang ada di negeri “Angin Mamiri” ini yaitu Bugis, Makassar dan Toraja. Setiap daerah mempunyai hal-hal yang unik namun di artikel ini kita coba merangkum prosesi pernikahan ada Bugis Makassar. Prosesi pernikahan mempunyai beberapa ritual yang sarat akan makna yang perlu dilakukan kedua mempelai. Ada juga aturan tak tertulis dari segi busana, tata rias, hingga dekorasi yang perlu diterapkan oleh pengantin Bugis Makasar. Pada Artikel ini kita coba membahas mengenai dekorasi pernikahan nya
Dari segi dekorasi pernikahan, ada beberapa ciri khas dalam tata dekorasi pernikahan adat Bugis Makasar, salah satunya adalah lamming, pelaminan khas suku Bugis Makassar. Biasanya pelaminan dibuat dengan warna-warna yang sudah ditentukan khas warna Bugis Makassar. Warna emas dan silver banyak dipilih karena mengesankan sesuatu yang mewah dan menawan. Kain-kain dengan ornamen sulam motif khas Bugis Makassar menjadi ornamen dekorasi ruangan tempat berlangsungnya adat pernikahan.
Ada pula bosara lompo yang bertutup kain sulam emas–yakni wadah besar khas Bugis Makassar biasanya untuk wadah kue-kue, dipajang di dekat pelaminan dan di sejumlah titik ruang resepsi. Ornamen adat dikolaborasikan dengan konsep dekorasi modern dan kontemporer, antara lain penataan standing lamp kristal dan vas-vas klasik gaya Eropa yang diisi rangkaian bunga warna-warni. Juga interior dan furnitur modern ditempatkan di area koridor ruang pesta, dengan tema warna disesuaikan dengan konsep dekorasi pesta secara keseluruhan.
Tarian & Hiburan
Tari Paduppa Bosara. Tarian ini biasanya ditarikan dalam pernikahan untuk menyambut tamu. Tarian yang mengambarkan bahwa orang Bugis jika kedatangan tamu senantiasa menghidangkan bosara, sebagai tanda kesyukuran dan kehormatan.(*)